Pencarian

Memuat...

Rabu, 24 Februari 2010

Permintaan, Penawaran dan Ekuilibrium

Jumlah suatu komoditi yang tersedia dibeli individu selama periode waktu tertentu merupakan fungsi dari atau tergantung pada harga komoditi itu, pendapatan nasional individu, harga komoditi lain, dan citarasa individu. Melalui variasi harga komoditi yang tertentu tadi, dengan asumsi faktor lainnya konstan (asumsi ceteris paribus), diperoleh skedul permintaan individu untuk komoditi itu.Dalam skedul permintaan dapat dilihat bahwa semakin rendah harga X, akan semakin besar jumlah X yang diminta oleh seseorang. Hubungan terbalik antara harga dan jumlah ini akan tercermin dalam kurva permintaan yang mempunyai kemiringan negatif. Dengan pengecualian dari kasus yang sangat jarang terjadi, kurva permintaan selalu mempunyai kemiringan menurun, menunjukkan bahwa bila harga komoditi turun, akan lebih banyak komoditi yang dibeli, yang biasa disebut hukum permintaan. Bilamana salah satu dari kondisi ceteris paribus berubah, maka seluruh kurva permintaan akan bergeser. Ini disebut sebagai perubahan permintaan sebagai lawan dari perubahan jumlah yang diminta, yang merupakan pergerakan sepanjang kurva permintaan yang sama.
Permintaan pasar atau permintaan agregat untuk suatu komoditi menunjukkan jumlah alternatif dari komoditi yang diminta per periode waktu, pada berbagai harga alternatif, oleh semua individu di dalam pasar. Jadi, permintaan pasar untuk suatu komoditi tergantung pada semua faktor yang menentukan permintaan individu dan selanjutnya pada jumlah pembeli komoditi tersebut di pasar. Secara geometris, kurva permintaan pasar untuk suatu komoditi diperoleh melalui penjumlahan horisontal dari semua kurva permintaan individu untuk komoditi itu.
Jumlah komoditi yang ditawarkan produsen selama periode waktu tertentu adalah fungsi dari atau tergantung pada harga komoditi itu dan biaya produksi untuk produsen tersebut. Agar dapat diperoleh skedul penawaran untuk produsen dan kurva penawaran suatu komoditi, faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi biaya produksi harus dipertahankan konstan (ceteris paribus) yaitu faktor teknologi, harga input yang diperlukan untuk memproduksi, dan untuk komoditi pertanian, kondisi iklim dan cuaca. Dengan asumsi semua faktor tersebut konstan sementara harga komoditi bervariasi, akan diperoleh skedul penawaran dan kurva penawaran seorang produsen.
Dalam skedul penawaran akan terlihat bahwa semakin rendah harga komoditi X, akan semakin sedikit jumlah komoditi X yang ditawarkan produsen dan sebaliknya. Hubungan langsung antara harga dan jumlah ini tercermin pada kemiringan positif dari kurva penawaran. Namun demikian, sementara dalam kurva permintaan dapat berbicara mengenai “hukum permintaan yang memiliki kemiringan negatif”, maka dalam kurva penawaran tidak dapat berbicara tentang “hukum penawaran yang memiliki kemiringan positif”. Meski kurva penawaran biasanya mempunyai kemiringan positif, kurva ini juga mempunyai kemiringan nol, tidak terhingga atau bahkan negatif, sehingga tidak mungkin dibuat pernyataan umum (generalisasi).
Jika faktor-faktor yang dianggap konstan dalam memperoleh skedul penawaran dan kurva penawaran (syarat ceteris paribus) berubah, maka seluruh kurva penawaran akan bergeser. Hal ini disebut sebagai perubahan atau pergeseran penawaran dan harus dibedakan secara tajam dari jumlah yang ditawarkan (yang menunjukkan pergerakan sepanjang kurva penawaran yang sama).
Penawaran pasar atau penawaran agregat dari suatu komoditi memberikan jumlah alternatif dari penawaran komoditi dalam periode waktu tertentu di berbagai harga alternatif oleh semua produsen dalam pasar. Penawaran pasar komoditi itu tergantung pada semua faktor yang menentukan penawaran produsen secara individu, dan seterusnya pada jumlah produsen dalam pasar.
Ekuilibrium mengacu kepada kondisi pasar yang, sekali dicapai, cenderung untuk bertahan. Dalam teori ekonomi hal ini terjadi bila jumlah komoditi yang diminta dalam pasar per unit waktu sama dengan jumlah komoditi yang ditawarkan selama periode yang sama. Secara geometris, ekuilibrium terjadi pada perpotongan antara kurva permintaan pasar atas komoditi dan kurva penawaran pasar. Harga dan jumlah yang menjamin kondisi ekuilibrium ini masing-masing dikenal sebagai harga ekuilibrium dan jumlah ekuilibrium.
Kondisi ekuilibrium dikatakan stabil jika setiap penyimpangan dari titik ekuilibrium akan menggerakkan kekuatan-kekuatan pasar dan mendorong kembali ke kondisi ekuilibrium. Sebaliknya, jika semakin menjauh dari titik ekuilibrium, maka akan berada pada kondisi ekuilibrium yang tidak stabil. Ekuilibrium yang tidak stabil terjadi bila kurva penawaran pasar mempunyai kemiringa negatif yang cenderung kurang curam daripada kurva permintaan pasar yang mempunyai kemiringan negatif.
Jika kurva permintaan pasar, kurva penawaran pasar, atau keduanya bergeser, titik ekuilibrium akan berubah. Ceteris paribus, kenaikan permintaan (pergeseran keatas) menyebabkan berturut-turut kenaikan harga ekuilibrium dan jumlah ekuilibrium. Di lain pihak, dengan permintan pasar yang tertentu untuk suatu komoditi, kenaikan penawaran pasar (pergeseran penawaran ke bawah) menyebabkan pengurangan harga ekuilibrium dan kenaikan jumlah ekuilibrium. Keadaan yang sebaliknya terjadi untuk penurunan dalam permintaan dan penawaran. Jika masing-masing permintaan dan penawaran pasar meningkat, jumlah ekuilibrium akan naik tetapi harga ekuilibrium mungkin naik, turun atau tidak berubah.


Dikutip dari sumber :

http://id.shvoong.com/business-management/1847937-teori-mikroekonomi/

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP