Pencarian

Jumat, 20 November 2009

Association of South East Asia Nation (ASEAN).

Konfergensi kepentingan nasional di antara negara-negara ASEAN yaitu, stabilitas politik regional dan pembangunan ekonomi masing-masing negara. Hal ini yang mendorong lahirnya organisai ASEAN. Pembentukan organisasi ini didukung oleh 5 negara di wilayah Asia Tenggara. Malaysia berkeinginan untuk bergabung dengan ASEAN karena organisasi ini dianggap sebagai suatu cara untuk mendorong kerja sama regional terutama dengan Indonesia pasca konfrontasi 1963-1965. Singapura yang didomisi etnis Cina menunjukkan keinginanya menjadi anggota dengan maksud untuk memiliki identitas Asia Tenggara. Thailan tertarik untuk bergabung dengan ASEAN karena organisasi ini dianggap merupakan kelanjutan dari ASA (Association of Southeast Asia) dengan keanggotaan yang lebih luas. Filipina bergabung dengan ASEAN karena ingin memiliki identitas Asia Tenggara.. Indonesia melihat bahwa ASEAN adalah fondasi politik luar negerinya.

Atas dasar persamaan kepentingan nasional, letak geografis, persamaan nasib, dan kebudayaan , pada tanggal 8 Agustus 1967 organisasi ASEAN dibentuk. Pembentukan ini didasarkan atas deklarasi Bangkok yang ditandatangani oleh Adam Malik(Indonesia), Tun Abdul Razak(Malaysia), Narsisco Ramos(Filipina), S.Rajaratman(Singapura), dan Thanat Koman(Thailand).

ASEAN memiliki struktur tersendiri, yaitu sebagai berikut :
a. Pertemuan kepala pemerintahan (Summit Meeting).
b. Sidang tahunan para Menteri Luar Negeri ASEAN.
c. Sidang para Menteri Ekonomi.
d. Sidang para Menteri non Ekonomi.
e. Standing Committee.
f. Komite-komite ASEAN.

Forum tertinggi di ASEAN adalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). KTT ASEAN 1 diadakan di Denpasar, Bali 23-24 Februari 1976. KTT ini membahas perjanjian persahabatan dan kerja sama serta deklarasi kesepakatan ASEAN.

Organisasi Konferensi Islam

OKI berdiri pada tanggal 25 september 1969 di Kota Rabat,Maroko. Organisasi ini lahir sebagai reaksi politik negara-negara Islam atas tindakan Israel yang akan membakar Masjidil Aqsha pada tanggal 21 agustus 1969.

Keanggotaan OKI pada awal pembentukannya terdiri dari 28 negara. Jumlah ini terus bertambah lagi menjadi 46 negara setelah Azerbaijan anggota KTT di Dakar,Senegal pada tahun 1991. Anggota OKI terdiri dari negra-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan wilayahnya terbentang mulai dari Asia Barat,Asia Tengah,Asia Tenggara, hingga Afrika. Pada masa pemerintahan Babrak Karmal, keanggotaan Afghanistan dibekukan karena dikuasai rezim komunis. Mesir pun pernah dikucilkan dari OKI karena presiden Anwar Sadat menandatangani perjanjian Camp David pada tahun 1970. Namun, akhirnya Mesir diterima kembali sebagai anggota OKI setelah KTT di Casablanca tahun 1984.

Saat ini OKI bergerak di berbagai bidang, yaitu : politik, ekonomi, dan social budaya. Begitu pula dengan jumlah anggotanya yang meningkat dari 28 negara menjadi 57 negara pada KTT OKI X.

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP